This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

13/02/12

Setting IP Address Static di XP, Vista, atau Windows 7

Setting IP Address Static di XP, Vista, atau Windows 7

Pada Saat mengatur jaringan antar komputer  lebih mudah untuk menetapkan alamat IP setiap komputer daripada menggunakan DHCP apa lagi dalam satu jaringan terdapat beberapa komputer yang memakai versi windows berbeda. Jika Anda menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), setiap komputer akan meminta IP addres setiap kali boot up.
Menggunakan IP Statis mencegah konflik IP address antar komputer sehingga memungkinkan Anda untuk mengelolanya dengan lebih mudah. Prinsip mensetting IP ke Windows pada dasarnya adalah sama. Berikut ini cara bagaimana mengatur IP Addres tiap – tiap komputer yang menggunakan versi windows antara XP, Vista, dan Windows 7.
Windows 7
Untuk mengubah alamat IP komputer di Windows 7, ketik network and sharing center ke dalam kotak pencarian di Start Menu dan pilih Network and sharing center ketika muncul.
Kemudian klik pada change adapter settings.

Klik kanan pada adaptor local area connections anda dan pilih Properties.

Dalam Local Area Connection properties pilih Internet Protocol sorot Versi 4 (TCP/IPv4) lalu klik tombol Properties.

Sekarang pilih use following ip address dan masukkan IP yang benar, Subnet mask, dan gateway default yang sesuai dengan setup jaringan Anda. Lalu masukkan alamat utama dan Alternatif dns server anda. alamat dns bisa anda tanyakan ke ISP anda misal ke telkom speedy.
chek pada Validate setting upon exit kemudian klik OK.
Sekarang pilih tombol close.

Windows 7 akan menjalankan diagnosa jaringan dan memverifikasi koneksi.

Untuk cek IP Address Anda dapat membuka command prompt dan ketik ipconfig untuk melihat pengaturan adaptor jaringan telah berhasil diubah.

Windows Vista
Mengubah IP Anda dari DHCP ke alamat statis di Vista adalah mirip dengan Windows 7, tapi agak sedikit berbeda. Buka Start Menu, klik kanan pada network, dan pilih Properties.

Setelah masuk ke network and sharing center … klik Manage network connection.

Klik kanan pada local area network yang ingin Anda menetapkan alamat IP dan klik Properties.

Sorot Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) lalu klik tombol Properties.

Sekarang ubah IP, Subnet mask, Default Gateway, dan Alamat DNS Server. Setelah selesai klik OK.

Anda harus menutup dari Local Area Connection Properties untuk pengaturan untuk masuk ke efek.

Buka Command Prompt dan melakukan ipconfig untuk memverifikasi perubahan yang berhasil.

Windows XP
Dalam contoh ini kita menggunakan XP SP3 Media Center Edition dan mengubah alamat IP dari adaptor Wireless.
Untuk menetapkan IP statis di XP klik kanan pada My Network Places dan pilih Properties.

Klik kanan pada adaptor Anda ingin mengatur IP untuk dan pilih Properties.

Sorot Internet Protocol (TCP / IP) dan klik tombol Properties.

Sekarang ubah IP, Subnet mask, Default Gateway, dan Alamat DNS Server. Setelah selesai klik OK.

Anda akan perlu untuk menutup dari layar Network Connection Properties sebelum perubahan mulai berlaku.

Sekali lagi Anda dapat memverifikasi pengaturan dengan melakukan ipconfig pada command prompt. Dalam kasus Anda tidak yakin bagaimana melakukan ini, klik pada Start kemudian Run.

Dalam jenis kotak Run cmd dan klik OK.

Kemudian pada prompt ketik ipconfig dan tekan Enter. Ini akan menunjukkan alamat IP untuk adapter jaringan Anda berubah.

Jika Anda memiliki jaringan di kantor, menetapkan setiap komputer dengan alamat IP tertentu menjadi jauh lebih mudah untuk mengelola dan mengatasi masalah koneksi jaringan.
sumber dan screenshot : howtogeek.com
Semoga bermanfaat

05/02/12

Mengetahui Perbedaan Virus, Trojan, Worm, Malware, Spyware, Backdoor

Mengetahui Perbedaan Virus, Trojan, Worm, Malware, Spyware, Backdoor

Banyak diantara kita yang lebih akrab dengan istilah virus komputer dari pada trojan, worm, malware, spyware dan sebagainya. Sering kita beranggapan kalau komputer sering error atau rusak pasti disebabkan oleh virus. Padahal belum tentu itu virus, Karena bisa juga disebabkan oleh trojan maupun worm yang sedang berjalan di komputer kita. Karena virus, trojan, worm dan program jahat lainnya sama-sama bisa mengacaukan system komputer kita. 

Lalu apa perbedaan antara virus, trojan, worm, malware, spyware dan sebagainya itu? 

Virus: 
Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer (terutama pada sistem operasi , seperti sistem operasi berbasis keluarga Windows (Windows 95, 98/98SE, NT, NT Server, 2000, 2000 Server, 2003, 2003 Server, XP Home Edition, XP Professional, XP Servicepack 1, XP Servicepack 2) bahkan GNU/Linux. Efek negatif virus komputer terutama adalah perbanyakan dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti CPU Time, penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% Virus adalah virus komputer berbasis sistim operasi Windows. Sisanya, 2% menyerang Linux/GNU (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), 1% menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard). 2% lagi menyerang sistim operasi lain seperti FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.

Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan perangkat lunak antivirus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data virus komputer yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode untuk menghapus virus tersebut.

Contoh virusnya adalah Worm, Trojan, dll. Contoh antivirus yang bisa diandalkan dan menangkal virus adalah KasperSky, AVG, AntiVir, PCMAV, Norton, Norman, dan McAfee. 

Worm : 
Worm adalah jenis virus yang tidak menginfeksi program lainnya.
Ia membuat copy dirinya sendiri dan menginfeksi komputer lainnya (biasanya menggunakan hubungan jaringan) tetapi tidak mengkaitkan dirinya dengan program lainnya; akan tetapi sebuah worm dapat mengubah atau merusak file dan program. 

Trojan : 
Trojan adalah replika atau duplikat virus. Trojan dimasukan sebagai virus karena sifat program yang tidak diinginkan dan bekerja dengan sendirinya pada sebuah computer. Sifat trojan adalah mengkontrol computer secara otomatis. Misalnya computer yang dimasuki trojan email. Trojan dimasukan dalam RATS (remote access trojans) dimana sebuah computer dikontrol oleh program tertentu, bahkan beberapa trojan difungsikan membuka computer agar dapat dimasuki oleh computer dan diaccess dari jauh. 

Backdoor : 
Backdoor atau “pintu belakang”, dalam keamanan sistem komputer, merujuk kepada mekanisme yang dapat digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi, atau jaringan, selain dari mekanisme yang umum digunakan (melalui proses logon atau proses autentikasi lainnya). Disebut juga sebagai back door.

Backdoor pada awalnya dibuat oleh para programer komputer sebagai mekanisme yang mengizinkan mereka untuk memperoleh akses khusus ke dalam program mereka, seringnya digunakan untuk membenarkan dan memperbaiki kode di dalam program yang mereka buat ketika sebuah crash akibat bug terjadi. Salah satu contoh dari pernyataan ini adalah ketika Kenneth Thompson (salah seorang pemrogram sistem operasi UNIX membuat sebuah program proses login pada tahun 1983 ketika memperoleh Turing Award), selain program login umum digunakan dalam sistem operasi UNIX dengan menggunakan bahasa pemrograman C, sehingga ia dapat mengakses sistem UNIX yang berjalan di dalam jaringan internal Bell Labs. Backdoor yang ia ciptakan itu melindungi dirinya dari pendeteksian dan pembuangan dari sistem, meskipun pengguna berhasil menemukannya, karena memang backdoor ini membuat dirinya sendiri kembali (melakukan rekompilasi sendiri).

Beberapa pengembang perangkat lunak menambahkan backdoor ke dalam program buatannya untuk tujuan merusak (atau tujuan yang mencurigakan). Sebagai contoh, sebuah backdoor dapat dimasukkan ke dalam kode di dalam sebuah situs belanja online (e-commerce) untuk mengizinkan pengembang tersebut memperoleh informasi mengenai transaksi yang terjadi antara pembeli dan penjual, termasuk di antaranya adalah kartu kredit.

Istilah backdoor sekarang digunakan oleh hacker-hacker untuk merujuk kepada mekanisme yang mengizinkan seorang peretas sistem dapat mengakses kembali sebuah sistem yang telah diserang sebelumnya tanpa harus mengulangi proses eksploitasi terhadap sistem atau jaringan tersebut, seperti yang ia lakukan pertama kali. Umumnya, setelah sebuah jaringan telah diserang dengan menggunakan exploit (terhadap sebuah kerawanan/vulnerability), seorang penyerang akan menutupi semua jejaknya di dalam sistem yang bersangkutan dengan memodifikasi berkas catatan sistem (log) atau menghapusnya, dan kemudian menginstalasikan sebuah backdoor yang berupa sebuah perangkat lunak khusus atau menambahkan sebuah akun pengguna yang memiliki hak akses sebagai administrator jaringan atau administrator sistem tersebut. Jika kemudian pemilik jaringan atau sistem tersebut menyadari bahwa sistemnya telah diserang, dan kemudian menutup semua kerawanan yang diketahui dalam sistemnya (tapi tidak mendeteksi adanya backdoor yang terinstalasi), penyerang yang sebelumnya masih akan dapat mengakses sistem yang bersangkutan, tanpa ketahuan oleh pemilik jaringan, apalagi setelah dirinya mendaftarkan diri sebagai pengguna yang sah di dalam sistem atau jaringan tersebut. Dengan memiliki hak sebagai administrator jaringan, ia pun dapat melakukan hal yang dapat merusak sistem atau menghilangkan data. Dalam kasus seperti di atas, cara yang umum digunakan adalah dengan melakukan instalasi ulang terhadap sistem atau jaringan, atau dengan melakukan restorasi dari cadangan/backup yang masih bersih dari backdoor.

Ada beberapa perangkat yang dapat digunakan untuk menginstalasikan backdoor, seperti halnya beberapa Trojan horse, tetapi yang populer adalah Netcat, yang dapat digunakan di dalam sistem operasi Windows ataupun UNIX. 

Malware : 
‘Malware” (Malicious Ware) adalah program komputer yang diciptakan dengan maksud dan tujuan utama mencari kelemahan software. Umumnya Malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating sistem.

Contoh dari malware adalah Virus, Worm, Wabbit, Keylogger, Browser Hijacker, Trojan Horse, Spyware, Backdoor, Dialer, Exploit dan rootkit . 

Spyware : 
Spyware adalah perangkat lunak yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna komputer tanpa diketahui oleh si pengguna itu.

Informasinya bisa yang tidak terlampau berbahaya seperti pola berkomputer, terutama berinternet, seseorang sampai yang berbahaya seperti nomor kartu kredit, PIN untuk perbankan elektronik (e-banking) dan password suatu account.

Informasi tentang pola berinternet, telah disebutkan, tidak terlampau berbahaya. Situs yang dikunjungi, informasi yang kerap dicari, obrolan di ruang chat akan dimata-matai oleh si spyware.

Selanjutnya, informasi itu digunakan untuk menampilkan iklan yang biasanya berupa jendela pop-up. Iklan itu berhubungan dengan kebiasaan seseorang berinternet. Misalnya kerap kali seseorang mencari informasi mengenai kamera digital. Jendela pop-up yang muncul akan menampilkan, misalnya situs yang berdagang kamera digital. Adware adalah istilah untuk spyware yang begini.

Penyebaran spyware mirip dengan Trojan. Contohnya, flashget. Ketika flashget yang dipakai belum diregister, flashget bertindak sebagai spyware. Coba saja hubungkan diri ke internet, jalankan flashget yang belum diregister, cuekin computer beberapa saat, pasti muncul jendela internet explorer yang menampilkan iklan suatu situs. 

Untuk mengantisipasi Virus-virus komputer yang semakin mengganas, pastikan komputer anda selalu terproteksi dengan antivirus yang up to date.

Semoga Bermanfaat...


Read more: http://www.thehack3r.com/showthread.php/2356-Mengetahui-Perbedaan-Virus-Trojan-Worm-Malware-Spyware-Backdoor/page4?s=368e2da6deed7f359dc0a480afaa41bd#ixzz1lVMl6Ffo

Perbedaan Virus, Malware, Spyware, atau Worm ?

Perbedaan Virus, Malware, Spyware, atau Worm ?

saya akan membahas istilah-istilah yang berhubungan dengan aplikasi perusak. Karena panjangnya artikel, maka akan saya bagi menjadi 2 bagian.


Diantara kita mungkin suka merasa bingung, bagaimana cara membedakan antara istilah virus, malware, spyware atau worm.

Seringkali komputer kita mengalami serangan-serangan yang sifatnya merusak data, atau bahkan sistem operasi komputer kita pun menjadi korbannya. Biasanya kita hanya bisa berkata:”Komputer saya kena virus” !!

Padahal, belum tentu kerusakan yang terjadi pada komputer kita itu disebabkan oleh virus saja, bisa saja disebabkan oleh “aplikasi perusak” lainnya.

Mari kita coba bahas perbedaan beberapa istilah di atas

Malware adalah singkatan atau bisa disebut juga gabungan dari kata malicious software. Malware merupakan istilah yang umum digunakan untuk software atau program yang dibuat untuk merusak sebuah sistem komputer secara diam-diam.

Penggunaan kata malware sendiri menjadi pertimbangan untuk menyebut sebuah program atau software karena dilihat dari latar belakang pembuatnya, dibandingkan dengan fitur-fitur khusus yang dimilikinya.

Malware meliputi virus, trojan horse, worm, spyware, rootkit, adware yang tidak jujur, serta software-software lainnya yang berbahaya dan tentu saja tidak diinginkan oleh user.

Malware dapat dibagi menjadi 3 kelompok, dilihat dari sifat dan tujuannya.

Malware yang menginfeksi komputer

Malware ini adalah jenis yang paling populer, yang meliputi virus dan worm. Ciri-ciri kedua aplikasi tersebut dikenal melalui cara penyebarannya, dibandingkan dengan sifat khususnya.

Istilah virus dipergunakan untuk menyebut sebuah aplikasi yang biasanya sudah menginfeksi file executable (EXE).

Jika suatu file telah terkena virus, lalu dijalankan (dieksekusi), maka file tersebut akan menyebarkan virus yang telah mengenainya / menginfeksi file tadi kepada file-file EXE lainnya.

Sebuah virus juga dapat mengandung muatan yang dapat menyebabkan tindakan lain selain sifatnya yang merusak, misalnya : menghapus file-file tertentu atau bahkan menyembunyikan file-file.

Sedangkan worm merupakan program yang secara aktif mengirimkan dirinya sendiri ke dalam sebuah jaringan (dalam hal ini termasuk internet) yang bertujuan untuk menginfeksi komputer lainnya.

Ada persamaan antara virus dan worm, yaitu “merusak”. Di dalam worm juga bisa mengandung muatan tertentu yang bersifat merusak.

Melalui pengertian di atas, kita bisa menarik kesimpulan :

Virus membutuhkan campur tangan user dalam hal penyebarannya, sedangkan worm dapat melakukannya sendiri.

Dilihat dari sifat penyebarannya, file yang sudah terinfeksi yang dikirimkan melalui email atau yang sudah mengenai dokumen, bisa disebut virus, bukan worm.

Bersambung...............

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites